MengubahEnergi Mekanik Menjadi Energi Listrik. Ini adalah fungsi utama dari alternator, karena komponen ini bekerja dengan mengubah putaran mesin menjadi output listrik AC. Sehingga komponen ini sangat penting perannya pada setiap generator listrik. 2. Sumber Listrik untuk Komponen-komponen di dalam Mobil.
Berdasarkan sumber arus penguat magnetnya, motor arus searah DC dibedakan menjadi dua, yaitu 1. Motor arus searah penguat terpisah, jika arus penguat magnet diperoleh dari sumber arus searah di luar motor tersebut. Pada motor penguat terpisah, kumparan medan dihubungkan dengan sumber sendiri dan terpisah dengan tegangan Motor arus searah dengan penguat sendiri, jika arus penguat magnet diperoleh dari motor itu sendiri. Berdasarkan hubungan lilitan penguat magnet terhadap lilitan jangkar, motor arus searah dibedakan menjadi Motor Shunt Motor shunt mempunyai kecapatan hampir konstan. Pada tegangan jepit konstan, motor ini mempunyai putaran yang hampir konstan walaupun terjadi perubahan beban Gambar Rangkain Motor Shunt Pada motor penguat shunt, kumparan medan dihubungkan paralel dengan Motor seri Merupakan motor arus searah yang mempunyai putaran kecapatan yang tidak konstan, jika beban tinggi maka putaran akan lambat. Gambar Rangkaian Motor Motor Kompon Motor kompon ini mempunyai sifat seperti motor seri dan shunt, tergantung lilitan mana yang kuat kumparan seri atau shunt.Gambar Rangkaian Motor Kompon Panjang Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel dengan angker. Bila motor seri diberi penguat shunt tambahan seperti gambar diatas disebut motor kompon shunt Rangkain Motor Kompon Pendek Motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel dengan angker. Bila motor shunt diberi tambahan penguat seri seperti gambar diatas disebut motor kompon shunt simulasi karena alat yang dibuat miniatur maka disini dipilih motor yang memiliki daya tidak terlalu tinggi, yaitu menggunakan motor arus searah. Sedangkan motor yang dipakai dalam proyek akhir ini adalah jenis motor arus searah dengan penguat sendiri karena motor tersebut mempunyai magnet permanen pada statornya dan memperoleh sumber arus searah dari motor itu sendiri. Untuk membalik arah putaran motor arus searah, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Membalik arah arus angkernya, sedangkan katup magnet katup magnetnya, sedangkan arah arus angkernya tetap. Jika kedua-duanya dibalik katup magnet dan arah arus angker, maka putaran motor akan tetap tidak dapat membalik. Cara yang lazim dipakai atau dilakukan dalam membalik putaran motor arus searah ialah dengan cara membalik arah arus angkernya sedangkan membalik arah arus pada penguat magnetnya jarang dilakukan. _________________________________ Sumber
ViewJenis Motor IE MISC at Harvard University. Jenis-Jenis Motor DC Berdasarkan sumber arus penguat magnetnya, motor arus searah (DC) dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Motor arus searah
Jenis-Jenis Motor DC – Diartikel sebelumnya mimin sudah membahas mengenai pengertian Motor DC, Nah diartikel kali ini mimin akan membahas mengenai jenis-jenis motor DC. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini. Motor DC atau biasa disebut dengan motor listrik arus searah adalah suatu perangkat yang bisa mengubah energi listrik searah DC Direct Current menjadi energi kinetik. Motor DC ini membutuhkan arus listrik searah pada kumparan medan untuk dikonversikan menjadi energi kinetik. Kumparan medan Field Winding adalah kumparan atau gulungan/lilitan yang terdapat pada bagian bergerak pada motor DC yang disebut dengan Rotor. Kita bisa menemukan motor DC ini di berbagai peralatan listrik atau elektronik di rumah kita, di produk otomotif serta di peralatan yang dikhususkan untuk industri. Peralatan-peralatan tersebut diantaranya seperti vibrator ponsel kipas angin dan penggerak roda mobil mainan. Motor DC ini termasuk ke dalam keluarga besar Transducer. Jenis-Jenis Motor DC1. Motor DC Sumber Daya Terpisah Separately Excited DC Motor2. Motor DC Sumber Daya Sendiri Self Excited DC Motor3. Motor DC tipe Seri Series DC Motor4. Motor DC tipe Shunt Shunt DC Motor5. Motor DC tipe Gabungan Compound DC Motor Jenis-Jenis Motor DC Semua motor DC diklasifikasikan menjadi 2 jenis utama berdasarkan hubungan kumparan medan dan kumparan angkernya. Kedua jenis motor DC tersebut adalah motor DC sumber daya terpisah dan motor DC sumber daya sendiri. 1. Motor DC Sumber Daya Terpisah Separately Excited DC Motor Pada motor DC sumber daya terpisah, sumber arus listrik untuk kumparan medan field winding terpisah dengan sumber arus listrik untuk kumparan angker armature coil pada rotor. Karena adanya rangkaian tambahan serta kebutuhan sumber daya tambahan untuk pasokan arus listrik, motor DC jenis ini lebih mahal sehingga jarang digunakan. Motor DC jenis ini umumnya digunakan di laboratorium untuk penelitian dan peralatan-peralatan khusus. 2. Motor DC Sumber Daya Sendiri Self Excited DC Motor Pda motor DC sumber daya sendiri, kumparan medan dihubungkan secara seri, paralel atau kombinasi seri-paralel dengan kumparan angker. Motor DC jenis ini terbagi menjadi 3 jenis motor DC yakni series DC motor, shunt DC motor dan compound DC motor. 3. Motor DC tipe Seri Series DC Motor Motor DC tipe seri adalah motor DC yang kumparan medannya dihubungkan secara seri dengan kumparan angker. Dengan hubungan seri tersebut, arus listrik pada kumparan medan yaitu sama dengan arus listrik pada kumparan angker. Kecepatan pada motor DC tipe seri akan berkurang seiring dengan penambahan beban yang diberikan pada motor DC tersebut. Motor DC jenis ini tidak boleh digunakan tanpa ada beban yang terpasang, karena akan berputar cepat tanpa terkendali. 4. Motor DC tipe Shunt Shunt DC Motor Motor DC tipe shunt adalah motor DC yang kumparan medannya dihubungkan secara paralel dengan kumparan angker. Motor DC tipe ini merupakan tipe motor DC yang seringkali digunakan, hal ini dikarenakan motor DC shunt mempunyai kecepatan yang hampir konstan meskipun terjadi perubahan beban, kecepatan akan berkurang apabila mencapai torsi tertentu. Karena kumparan medan dan kumparan angker dihubungkan secara paralel, maka total arus listrik merupakan penjumlahan dari arus yang melalui kumparan medan serta arus yang melalui kumparan angker. Kecepatannya dapat dikendalikan dengan memasangkan sebuah resistor secara seri dengan kumparan medan atau seri dengan kumparan angker. Jika resistor tersebut dipasangkan secara seri dengan kumparan medan, maka kecepatannya akan berkurang. Sedangkan apabila resistor tersebut dipasangkan secara seri dengan kumparan angker maka kecepatannya akan bertambah. 5. Motor DC tipe Gabungan Compound DC Motor Motor DC tipe gabungan atau Compound DC motor adalah gabungan motor DC jenis shunt dan motor DC jenis seri. Pada motor DC tipe gabungan ini, terdapat dua kumparan medan yang masing-masing dihubungkan secara paralel dan seri dengan kumparan angker. Dengan gabungan hubungan seri dan paralel tersebut, motor DC jenis ini memiliki karakteristik seperti series DC motor yang mempunyai torsi awal yang tinggi dan karakteristik shunt DC motor yang berkecepatan hampir konstan. Motor DC tipe gabungan ini bisa dibedakan menjadi dua jenis yakni Long Shunt Compound DC Motor yang kumparan medannya dihubungkan secara paralel dengan kumparan angkernya saja. Sedagkan Short Shunt Compound DC Motor yang kumparan medannya secara paralel dengan kombinasi kumparan medan seri serta kumparan angker. Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis motor DC dan penjelasannya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃
memilikfungsi dan gambarnya masing masing Komponen Elektronika adalah alat alat pendukung suatu rangkaian listrik agar dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya April 16th, 2019 - Sekilas tentang jenis arus listrik AC dan DC menggambarkan jenis aliran arus dalam sebuah rangkaian Pada arus langsung DC muatan listrik arus hanya
Pengertian Motor DC Motor DC adalah jenis motor listrik yang harus menggunakan beberapa jenis arus searah atau direct current. Jadi pada motor DC, daya DC yang dihasilkan diubah menjadi energi mekanik berupa putaran atau gerak. Motor umumnya dibagi menjadi dua jenis motor AC dan motor DC. Motor DC atau motor DC adalah suatu alat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerak motion. Motor DC ini bisa juga disebut motor DC. Seperti namanya, motor DC memiliki dua terminal dan membutuhkan arus searah DC untuk menggerakkannya. Motor DC ini biasa digunakan pada peralatan elektronik dan listrik yang menggunakan daya DC seperti portable vibrator, kipas DC dan bor listrik DC. Motor DC atau DC Motor ini menghasilkan sejumlah putaran per menit atau biasa dikenal dengan RPM Revolutions Per Minute dan dapat berputar searah atau berlawanan arah jarum jam jika elektroda motor DC berlawanan arah jarum jam. Motor DC datang dalam berbagai ukuran dan kecepatan. Kebanyakan motor DC memberikan kecepatan putaran sekitar 3000 rpm sampai 8000 rpm dengan tegangan operasi dari 1,5 V sampai 2V. Jika tegangan yang diberikan pada tegangan motor DC lebih rendah dari tegangan kerja maka akan memperlambat kecepatan putaran motor DC. Sedangkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan kerja akan membuat motor DC berjalan lebih cepat. Namun, ketika tegangan yang diberikan ke motor DC turun di bawah tegangan operasi yang ditentukan, motor DC tidak dapat berputar atau berhenti. Di sisi lain, jika tegangan yang diberikan ke motor DC lebih tinggi dari tegangan operasi yang ditentukan, motor DC akan menjadi sangat panas dan akhirnya akan gagal. Ketika motor DC berputar tanpa beban, hanya sedikit arus atau daya yang digunakan, tetapi di bawah beban, jumlah arus yang digunakan meningkat ratusan persen, bahkan hingga 1000% atau lebih tergantung jenisnya beban yang diberikan. Oleh karena itu, pabrikan motor DC sering menyertakan arus penghenti pada motor DC. Stop current adalah arus pada saat poros motor berhenti karena beban maksimum. Prinsip Kerja Motor DC Motor DC memiliki dua bagian utama yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian motor yang tidak berputar, yang terdiri dari rangka dan gulungan medan. Sementara rotor adalah bagian yang berputar, bagian rotor ini terdiri dari belitan jangkar. Kedua bagian utama ini dapat dibagi menjadi beberapa komponen penting, yaitu yoke bingkai magnet, kutub pole motor, kumparan medan magnet excitation coil, armature coil excitation coil anchor, sakelar switch dan sikat sikat/sikat karbon. Pada prinsipnya motor DC menggunakan fenomena elektromagnetik untuk bergerak, bila arus dialirkan pada kumparan maka permukaan kumparan yang menghadap ke utara akan bergerak menuju kutub selatan magnet dan kumparan yang mempunyai arah selatan akan bergerak ke utara magnetnya. Pada saat ini, karena kutub utara kumparan bertemu dengan kutub selatan magnet atau kutub selatan kumparan bertemu dengan kutub utara magnet, maka akan terjadi gaya tarik-menarik yang menyebabkan gerakan kumparan berhenti. Prinsip untuk bergerak lagi, segera setelah kutub kumparan berlawanan dengan kutub magnet, arah arus dalam kumparan berbalik. Jadi kutub utara kumparan akan berubah menjadi kutub selatan dan kutub selatan akan berubah menjadi kutub utara. Ketika terjadi perubahan kutub, kutub selatan kumparan akan menghadap kutub selatan magnet dan kutub utara kumparan akan menghadap kutub utara magnet. Karena kutub yang sama akan mengalami gaya tolak-menolak, maka kumparan bergerak hingga sisi utara kumparan menuju sisi selatan magnet dan sisi selatan kumparan menuju sisi utara magnet. Pada titik ini, arus yang mengalir melalui kumparan kembali berbalik arah dan kumparan akan kembali karena perubahan kutub. Siklus ini akan berulang sampai arus dalam kumparan terputus. Padahal, motor listrik yang menggunakan arus searah cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari lho. Karena alat ini banyak digunakan sebagai bagian komponen berbagai perangkat elektronik. Prinsip kerja motor DC adalah mengubah energi listrik yang diperoleh dari sumber utama menjadi energi gerak yang digunakan oleh peralatan listrik. Prinsip operasi motor DC adalah sebagai berikut arus searah mengalir melalui kumparan. Medan magnet yang dihasilkan kemudian menghasilkan torsi yang memutar motor. torsi dimulai, komutator akan bekerja dengan menjaga motor listrik tetap berputar sehingga terus menghasilkan arus DC. pada alat ini, jangkar yang dihasilkan oleh medan magnet berputar dalam arah yang sama untuk menghasilkan gaya mekanik. Dengan prinsip operasi di atas, tentu tidak mengherankan jika motor DC disebut juga elektromekanis. Karena perangkat pada dasarnya menggunakan medan magnet dan konduktor. Terutama dalam produksi energi mekanik atau gerak di beberapa perangkat elektronik. Komponen Montor DC Setelah membahas pengertian dan prinsip kerja motor DC, kita akan berkenalan dengan komponen-komponen motor DC. 1. Rotor Bagian pertama dari motor DC adalah rotor. Dimana bagian yang disebut rotor merupakan alat gerak kinetik. Terutama ketika ada tegangan yang mengalir melalui rangkaian. Komponen-komponen yang menyusun rotor antara lain - Poros - Armature core. - Sapu pengumpul sapu. - Belitan jangkar. 2. Stator Komponen selanjutnya adalah stator. Dimana stator merupakan komponen motor DC yang tidak bergerak. Namun, stator memegang peranan penting dalam menjaga putaran rotor. Caranya adalah dengan menciptakan medan magnet di sekitar rotor, sehingga rotor dapat bergerak ketika tegangan diberikan ke rangkaian. Bagian-bagian yang menyusun stator adalah sebagai berikut - Tiang atau kutub. - Medan berliku. - Bingkai atau garpu. 3. Sikat Komponen ini terletak di dalam komutator. Kuas adalah komponen elektronik yang terbuat dari grafit atau karbon. Fungsi utama sikat adalah untuk mengalirkan arus ke rotor. 4. Belitan Jangkar Belitan jangkar adalah alat yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet statis. Dengan demikian, energi statis yang bersirkulasi dalam rotor dibangkitkan secara tepat oleh belitan jangkar ini. 5. Komutator Komponen ini sebenarnya berasal dari loop penerima. Harap dicatat bahwa slip ring akan dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian sebagian dari part tersebut akan disambungkan ke lilitan armature. Komutator adalah komponen yang mentransfer energi arus ke belitan jangkar. Nah, komponen ini biasanya terbuat dari bahan tembaga. Ketika terjadi perubahan arus pada belitan armature, komutator menjadi bagian terpenting untuk membantu perubahan arus pada rangkaian. 6. Rangka atau Garpu Komponen motor DC ini disebut rangka atau garpu yang nantinya akan berfungsi sebagai pelindung bagi komponen lainnya. Khususnya pelindung rotor yang terdapat pada motor DC. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa rangka ini benar-benar merupakan bagian yang melindungi semua bagian rotor. Misalnya dari armature, kutub, lilitan medan magnet, kutub magnet, dll. 7. Induktor Induktor ini merupakan salah satu komponen penyusun motor DC yang perannya juga sangat penting. Gulungan medan juga dikenal sebagai belitan medan. Fungsi utama dari komponen ini adalah untuk membangkitkan medan statis pada stator motor DC. 8. Tiang Tiang juga terdapat pada komponen di dalam stator. Dengan demikian, kutub ini merupakan alat yang berfungsi membangkitkan medan magnet. Selain itu, tiang juga digunakan untuk memastikan agar rotor tetap berputar sebagaimana mestinya. Tiang-tiang itu terletak di dalam rangka atau garpu. Oleh karena itu, kutub ini digunakan untuk menghasilkan fluks magnet. Kemudian fluks magnet akan merambat antara stator dan rotor. Sampai saat itu, itu akan menciptakan medan magnet yang membuat rotor berputar. Jenis-jenis Motor DC Tidak hanya satu tipe, motor dc ini digolongkan menjadi dua tipe. Dimana tipe kedua adalah motor DC berdasarkan catu daya komponennya, motor DC menggunakan catu daya sendiri dan yang lainnya menggunakan catu daya sendiri. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat pembahasan motor DC dibawah ini 1. Motor DC Dengan Sumber Tenaga Sendiri Jenis motor DC yang pertama menggunakan catu daya sendiri. Kategori ini juga telah dibagi menjadi beberapa turunan. Berikut adalah beberapa jenis motor DC yang memiliki catu daya sendiri Tipe Shunt Pada motor tipe shunt terdapat belitan medan yang dihubungkan secara paralel dengan suplai yang sama dengan belitan jangkar. Namun, meskipun ditenagai dari sumber daya yang sama, susunan jenis arus dan jangkar yang akan dibangkitkan akan berbeda. Selain itu, walaupun terjadi perubahan beban, tidak akan mempengaruhi kecepatan motor dc shunt. Memang, kecepatan yang dihasilkan mesin tetap konstan. Selain itu, pahat juga tidak berubah karena beban mekanis yang dihasilkan oleh outputnya. Tipe Seri Tipe motor DC tegangan sendiri selanjutnya adalah tipe seri. Pada motor jenis ini, lilitan jangkar dan lilitan medan akan dihubungkan secara seri dengan catu daya. Pada motor DC seri, arus yang masuk ke rangkaian akan bergerak dengan arah yang sama tergantung pada polaritas sumber tegangan. Dengan demikian, ketika mengubah polaritas sumber tegangan, arah medan magnet juga secara otomatis berubah arah. Selain itu, motor jenis seri ini disebut juga motor universal. Disebut demikian karena mesinnya sangat fleksibel. Memang, dapat bekerja dengan dua jenis catu daya, baik menggunakan tegangan AC atau DC. Tipe Kombinasi / Compound Disebut tipe kombinasi karena motor ini terdiri dari kombinasi rangkaian seri dan rangkaian shunt. Jadi rangkaian kompleks ini memiliki dua rangkaian yang menghasilkan medan magnet. Berdasarkan orientasi fluksnya, motor DC tipe gabungan juga dibagi menjadi dua tipe. Yaitu motor DC termasuk ling shunt dan motor DC termasuk shunt pendek. Jika shunt kompon memiliki serangkaian belitan yang dihubungkan secara paralel dengan belitan jangkar. Kompon shunt DC kemudian memiliki rangkaian kumparan yang terdiri dari kombinasi belitan jangkar paralel dan belitan medan seri. 2. Motor DC Dengan Catu Daya Terpisah Seperti namanya, jenis motor DC menggunakan catu daya terpisah, yaitu bukan dari dalam. Oleh karena itu, sumber arus yang digunakan untuk memberi makan rotor dan armature selain sumber arus ini kemudian dapat digunakan untuk menggerakkan koil. Karena memiliki rangkaian tambahan untuk mensuplai arus, motor DC dengan catu daya sendiri ini jauh lebih mahal di pasaran. Tentunya dibandingkan dengan harga motor DC dengan power supply sendiri.
Lengkapdisertai gambar Memahami Jenis Dan Karakteristik Motor Listrik. Arus Listrik Bolak Balik Ac 1 Fasa Ppt Do Motor listrik merupakan salah satu mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik putaran. Pada dasarnya motor listrik dapat dibedakan berdasarkan jenis sumber tegangan yang digunakan. Berdasarkan jenis sumber tegangannya motor listrik dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Motor listrik arus searah DC Direct Current dan Motor listrik bolak-balik AC Alternating Current. Dari 2 jenis motor listrik tersebut terdapat jenis atau tipe motor listrik yang diklasifikasikan berdasarkan konstruksi, prinsip kerja, dan operasinya. DBerdasarkan jenis-jenis motor listrik tersebut dapat dibuat peta konsep klasifikasi motor listrik sebagai berikut. Berdasarkan peta konsep klasifikasi motor listrik diatas, berikut ini penjelasan singkat mengenai jenis motor listrik tersebut. 1. Motor Listrik Arus Bolak-Balik AC Motor listrik arus bolak-balik adalah salah satu jenis motor listrik yang di suplai oleh sumber tegangan arus bolak balikAC. Motor listrik arus bolak-balik AC tersebut dapat dibedakan lagi jenis-jenisnya sebagai berikut. a. Motor sinkron Motor sinkron adalah salah satu jenis motor listrik arus bolak balik AC yang bekerja pada kecepatan tetap dan konstan pada sistem frekuensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah DC sebagai pembangkit daya dan memiliki torsi awal yang cukup rendah, oleh karena itu motor sinkron digunakan untuk penggunaan awal dengan beban yang rendah, seperti kompresor udara, generator motor dan perubahan frekwensi. Motor listrik sinkron memiliki kelebihan untuk memperbaiki faktor daya dalam sistem, sehingga motor listriik jenis ini biasa digunakan pada sistem yang memakai banyak listrik. b. Motor induksi Motor induksi merupakan salah satu jenis motor listrik bolak balik AC yang bekerja berdasarkan prinsip kerja induksi medan magnet antara stator dan rotor. Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu Motor induksi satu fasa Motor induksi jenis ini hanya memiliki satu gulungan pada stator, beroperasi dengan pasokan daya satu fasa serta memiliki rotor kandang tupai dan memerlukan sebuah komponen tambahan untuk menghidupkan motornya. Motor listrik jenis ini merupakan jenis motor induksi yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti mesin cuci, kipas angin dan pengering. Motor induksi tiga fase Medan magnet pada rotor yang berputar dihasilkan oleh suplai tegangan tiga fasa yang seimbang. Motor listrik jenis tersebut memiliki kemampuan daya yang cukup tinggi, dan memiliki kandang tupai ataupun gulungan rotor walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai dengan penyalaan sendiri. Diperkirakan kurang lebih sekitar 70% motor yang digunakan pada industri menggunakan motor listrik jenis ini, sebagai contoh kopressor, pompa, jaringan listrik, belt conveyor dan grinder. dengan kemampuan daya 1/3 hingga mencapai ratusan Hp. 2. Motor Listrik Arus Searah DC Motor listrik arus searah DC adalah salah satu jenis motor listrik yang beroperasi dengan menggunakan sumber tegangan arus listrik searah DC. Motor listrik arus searah DC ini dapat dibedakan lagi jenis-jenisnya sebagai berikut. a. Motor DC sumber daya terpisah Separately Excited Motor listrik DC sumber daya terpisah adalah salah satu jenis motor DC yang sumber arus medan di suplai dari sumber yang terpisah, sehingga motor listrik DC jenis ini disebut motor listrik DC sumber daya terpisah. b. Motor DC sumber daya sendiri Self Excited Motor DC sumber daya sendiri dalah salah satujenis motor DC yang sumber arus medannya disupply oleh sumber yang sama dengan sumber kumparan motor listrik, sehingga motor listrik DC jenis ini disebut motor DC sumber daya sendiri. Motor DC sumber daya sendiri ini dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan konfigurasi suplai medan dengan kumparan motornya yaitu sebagai berikut. Motor DC shunt Paralel Pada motor listrik DC jenis shunt, gulungan medan disambungkan secara paralel dengan gulungan pada motor listrik. Oleh karena itu jumlah arus dalam jalur rangkaian merupakan penjumlahan antara arus medan dan dinamo. Motor DC Seri Pada motor listrik DC jenis seri, gulungan medan dihubungkan secara seri dengan gulungan pada kumparan motor. Oleh karena itu, arus dinamo sama dengan arus medan. Motor DC Kompon Gabungan Motor listrik DC jenis kompon merupakan penggabugan antara motor jenis seri dan shunt. Pada motor DC kompon, gulungan medan dihubungkan secara seri dan paralel dengan gulungan motor listrik. Sehingga, pada motor DC kompon memiliki torsi awal yang cukup baik dengan kecepatan stabil. referensi Kementrian pendidikan dan kebudayaan - Motor listrik Semester 3 PerseroPusat Penddidikan dan Pelatihan - Pemeliharaan motor listrik sumber 1 sumber 2 Gambar1. Motor Sinkron. 2). Motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC. Komponen Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama (Gambar 2): • Rotor.

Motor yang beroperasi pada arus DC disebut sebagai Motor DC dan motor yang menggunakan arus AC disebut sebagai motor AC. Umumnya kamu tidak akan terlalu banyak menjumpai motor AC tetapi motor DC hampir digunakan dimana saja, yang mana di bidang listrik dinamai DC motor. Motor DC adalah motor listrik yang merupakan perangkat elektromekanis yang menggunakan interaksi medan magnet dan konduktor untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik putar, dimana motor DC dirancang untuk dijalankan dari sumber daya arus searah DC. Sudah lebih dari 100 tahun motor DC brush disikat digunakan dalam industri serta aplikasi domestik. Gambar dan Simbol Motor DC Prinsip Kerja Motor DC Komponen utama dari Motor DC adalah Winding/liltan, Magnet, Rotors, Brushes, Stator dan sumber arus searah Arus DC. Ketika armature ditempatkan dalam medan magnet yang dihasilkan oleh magnet maka armature diputar dengan menggunakan arus searah, hal ini menghasilkan gaya mekanik. Dengan memanfaatkan putaran motor DC banyak jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan. Untuk lebih jelasnya mengenai Prinsip Kerja Motor Listrik DC. kami sudah membuat artikel khusus membahas prinsip kerja motor listrik AC dan DC Baca Juga Prinsip Kerja Motor Listrik Jenis - Jenis Motor DC Motor DC atau Motor Arus Searah merupakan aktuator yang paling umum digunakan untuk menghasilkan gerakan terus menerus dimana kecepatan putarannya dapat dengan mudah dikontrol, hal inilah yang menjadikan motor DC sangat ideal untuk digunakan dalam aplikasi pengaturan kontrol kecepatan, kontrol tipe servo, dan / atau positioning. Motor DC terdiri dari dua bagian penting, yaitu "Stator" yang merupakan bagian diam dan "Rotor" yang merupakan bagian yang berputar, dari kedua bagian penting motor ini hasilnya terdapat tiga jenis Motor DC yakni Motor DC Brush Motor DC Brushless Motor DC Servo 1. Motor DC Brush Disikat Pada motor jenis ini, medan magnet dihasilkan dengan melewatkan arus melalui komutator dan sikat yang ada di dalam rotor, dari sinilah disebut Motor Brush. Sikat tersebut terbuat dari karbon, dimana motor DC brush terbagi menjadi Motor DC daya terpisah Separately Excited DC Motor dan Motor DC Sumber Daya Sendiri Self Excited DC Motor. Bagian stator motor terdiri dari kumparan yang terhubung secara melingkar sedemikian rupa sehingga akan terbentuk kutub utara dan selatan. Pengaturan kumparan ini dapat dilakukan baik secara seri atau paralel dengan gulungan kumparan rotor akan menghasilkan motor DC kumparan seri luka dan motor DC kumparan shunt. Armature atau bagian rotor dari motor DC terdiri dari komutator yang pada dasarnya adalah konduktor pembawa arus yang terhubung di salah satu ujungnya ke segmen tembaga yang terisolasi secara elektrik. Daya eksternal dapat dihubungkan ke komutator melalui sikat saat armature berputar. Motor DC Brush Jenis Motor DC ini dikelompokkan berdasarkan sambungan listrik lilitan jangkar dan lilitan medan, dari berbagai sambungan tersebut maka terdapat klasifikasi penggolongan jenis motor yang baru. Berdasarkan pada pembangkitan medan magnetnya, Motor DC brush dibagi menjadi 3 jenis utama motor DC yaitu Magnet Terpisah, Mandiri Sendiri, dan Permanen. Pada jenis motor tipe magnet permanen, magnet yang kuat digunakan untuk menghasilkan medan magnet yang diperlukan, sedangkan pada jenis motor yang tereksitasi secara terpisah dan tereksitasi sendiri self-excited , sebuah elektromagnet digunakan dalam tubuh stator. Adapaun motor DC tipe self-excited dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu Motor DC Shunt Shunt Excited, motor DC seri Series Excited dan motor DC Gabungan/Coumpound Compound Excited. Motor DC tipe Compound kemudian dibagi lagi menjadi Compound Kumulatif dan Compound Diferensial dengan tipe Shunt panjang dan tipe Shunt pendek di masing-masing mtor DC Compound. Jenis - Jenis Motor DC Brush 1. Motor DC Sumber Daya Terpisah Separately Excited Motors Seperti dengan namanya, motor DC jenis ini menggunakan sumber daya terpisah untuk lilitan jangkar dan lilitan medan, dengan kata lain lilitan jangkar dan lilitan medan secara elektrik terpisah satu sama lain. Pada motor DC sumber daya arus terpisah, arus jangkar dan arus medan tidak saling mengganggu karena sumbernya berbeda, tetapi daya inputnya adalah sama dengan total daya input . Jika Vf dan If adalah tegangan dan arus yang sesuai dengan sirkuit medan magnet dan Vt dan Ia adalah tegangan dan arus yang sesuai dengan sirkuit jangkar, maka total daya input yang diberikan menjadiVf * If + Vt * Ia. 2. Motor DC Sumber daya Sendiri Self-Excited Motors Pada motor DC yang tereksitasi sendiri, lilitan medan dan lilitan armature terhubung di sumber suplai tunggal, dimana hubungan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan shunt atau paralel dan seri. Oleh karena itu, motor sumber daya sendiri sendiri diklasifikasikan lagi menjadi motor DC shunt dan motor DC seri A. Motor DC Shunt Pada jenis motor DC shunt, lilitan medan dan lilitan angker armature terhubung secara paralel di catu daya yang sama sehingga mengakibatkan lilitan medan terpapar ke seluruh tegangan terminal. Meskipun jenis daya-nya sama, tetapi arus medan dan arus jangkar akan berbeda, disamping itu kecepatan motor DC shunt konstan dan tidak bervariasi dengan beban mekanik pada output. Berikut ini gambar struktur motor DC shunt Rangkaian listrik motor DC shunt Jika Eb adalah ggl belakang motor, maka Vt = Eb + Ia * Ra Jika konstanta jangkar adalah Ka dan kecepatan putarannya adalah , maka Eb = Ka * * Φ Di mana Φ adalah fluks magnet, maka Vt = Ka * * Φ + Ia * Ra Total arus adalah It = If + Ia Maka total daya yaitu P = Vt * It B. Motor DC Seri Pada jenis motor DC seri, belitan medan dan belitan angker armature terhubung secara seri dengan catu daya, hasilnya arus yang sama mengalir di belitan medan dan belitan dinamo. Motor DC seri disebut juga sebagai Motor Universal hal ini karena motor DC seri dapat bekerja dengan catu daya AC atau catu daya DC. Motor DC seri akan terus berputar ke arah yang sama berdasarkan polaritas sumber tegangan, hal ini karena jika kita mengubah polaritasnya, maka polaritas lilitan jangkar dan arah medan magnet dibalik secara bersamaan, dimana kecepatan motor seri DC bervariasi dengan beban mekanisnya. Berikut ini gambar rangkaian Motor DC seri Gambar rangkaian listrik motor DC Seri C. Motor DC Coumpound/Gabungan Motor DC coumpound/gabungan menggunakan kombinasi gulungan seri dan gulungan medan shunt, dimana belitan seri terhubung secara seri dengan jangkar motor sementara belitan shunt terhubung secara paralel. Pada motor DC coumpound terdapat dua sirkuit medan yang menghasilkan medan magnet, sehingga motor DC coumpound terbagi lagi menjadi dua jenis berdasarkan orientasi fluks-nya, yaitu motor DC Compound Kumulatif dan motor DC Compound Diferensial. Dalam motor DC coumpound fluks bidang shunt akan membantu fluks bidang seri contohnya bila keduanya dalam arah yang sama, maka ini yag disebut motor DC coumpound kumulaitf, dimana jumlah fluks adalah fluks magnet total. ΦTOTAL = ΦSERIES + ΦSHUNT Berikut gambar rangkaian motor DC coumpound kumulatif Gambar rangkaian listrik-nya Dalam kasus motor DC coumpound kumulatif, apabila fluks yang dihasilkan oleh medan seri dan medan shunt berada pada arah yang berlawanan maka fluks total sama dengan selisih di antara keduanya. ΦTOTAL = ΦSERIES – ΦSHUNT Berdasarkan rumus diatas maka fluks yang dihasilkan kurang dari fluks asli-nya, oleh karena itulah jenis motor DC coumpound kumulatif jarang dipakai. Motor DC coumpund kumulatif dan diferensial dapat dibagi lagi berdasarkan shunting dari belitan medan shun menjadi perangkat shunt panjang Long Shunt dan shunt pendek Short Shunt. Pada motor shunt panjang, lilitan medan shunt sejajar dengan lilitan armatur dan seri. 4. Motor DC Magnet Permanen Pada motor DC magnet permanen, magnet yang kuat digunakan untuk menghasilkan medan magnet, maka dari itu motor DC magnet permanen hanya terdiri dari belitan dinamo saja. Berikut ini gambar dari motor DC magnet permanen Motor DC brush tipe magnet permanen memiliki ukuran lebih kecil dan lebih murah jika dibandingkan dengan jenis motor DC stator eksitasi. Umumnya magnet langka yang ada di bumi seperti samarium, kobalt atau neodimium serta boron digunakan sebagai magnet pada motor DC magnet permanen karena magnet tersebut sangat kuat dan mempunyai medan magnet tinggi, disamping itu karakteristik kecepatan / torsi pada motor DC magnet permanen lebih linier daripada motor DC stator eksitasi Adapun kelemahan dari motor DC brush adalah apabila terjadi percikan antara komutator dan sikat dalam kondisi beban berat heavy load maka dapat menghasilkan panas dalam jumlah besar sehingga mengurangi masa pakai motor. 2. Motor DC Brushless Tanpa Sikat Motor DC brushless biasanya terdiri dari rotor magnet permanen dan stator lilitan koil, dengan tersebut maka penggunaan magnet permanen di rotor menghilangkan kebutuhan untuk sikat di bagian rotor. Oleh karena itu, berbeda dengan motor DC brush, tipe ini tidak mengandung sikat sehingga tidak ada keausan sikat karena jumlah panas yang dihasilkan kecil. Motor DC brushless berukuran lebih kecil tetapi lebih mahal daripada motor DC tipe brushed konvensional karena jenis motor ini menggunakan sakelar “Hall effect” di stator untuk menghasilkan urutan rotasi medan stator yang diperlukan. Karena tidak ada sikat di motor, harus ada beberapa cara lain untuk mendeteksi posisi sudut rotor. Sensor Hall Effect digunakan untuk menghasilkan sinyal umpan balik yang diperlukan untuk mengontrol perangkat semikonduktor. Motor DC brushless lebih mahal daripada motor DC brush dan lebih efisien daripada motor brush, tetapi memiliki keunggulan dalam hal karakteristik kecepatan torsi yang lebih baik, lebih efisien dan memiliki masa operasi atau penggunaan yang lebih lama dari jenis Motor brush. 3. Motor DC Servo Motor DC Servo adalah jenis motor DC kecil yang memiliki putaran berkecepatan tinggi, tetapi torsi -nya tidak cukup untuk memindahkan beban apa pun. Motor servo DC terdiri dari empat bagian utama yaitu motor DC normal, gearbox untuk kontrol kecepatan, sirkuit kontrol, dan unit sensor posisi. Gearbox akan mengambil input kecepatan tinggi dan mengubahnya menjadi kecepatan yang lebih lambat namun lebih praktis. Unit sensor posisi berperan sebagai potensiometer sedangkan sirkuit kontrol adalah penguat detektor kesalahan. Aplikasi Motor DC Seperti yang kita ketahui motor DC adalah peralatan mekanik yang paling sering atau mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seperti motor kecil yang ada mainan anak-anak. Berikut ini beberapa penggunaan motor DC yang kami golongkan berdasarkan jenis - jenis motor DC. Aplikasi Pada Motor DC seri Motor DC seri adalah jenis motor DC terbaik karena cocok untuk untuk bergerak pada daya tinggi dan rendah, untuk drive listrik kecepatan stabil dan acak, mempunyai konstruksi yang sederhana, mudah untuk dirancang serta pemeliharaan yang ringan, disamping itu juga memiliki torsi awal yang tinggi. Beberapa peralatan yang mengunakan motor DC seri yaitu Traksi listrik, Electric footing, Derek/crane, Lift, Air compressor, Elevator, Winching systems, Pengering rambut, Vacuum Cleaner dan Mesin jahit. Aplikasi Pada Motor DC Shunt Karena motor DC jenis ini menghasilkan kecepatan yang konstan maka penggunaan motor DC Shunt umumnya merupakan peralatan yang membutuhkan kecepatan yang konstan. Beberapa pearalatan yang menggunakan motor DC shunt sebagai alat penggeraknya yaitu kaca depan mobil, Wiper, Mesin bubut, Alat bor, Lift, Kipas angin, Blower, Pompa sentrifugal, Konveyor, Mesin pemintal/tenun. Aplikasi Pada Motor DC Sumber Daya Terpisah Separately Excited DC Motors Pada motor DC sumber daya terpisah umumnya dipakai pada peralatan yang tidak memerlukan pengontrolan kecepatan seperti Penyapu kaca mobil, Mesin cuci, Blower pada pemanas dan pendigin udara, drive disk komputer, kursi roda, mainan. Aplikasi Pada Motor DC Coumpoud Beberapa pearalatan yang menggunakan Motor DC coumpound seperti Alat press, Sekop listrik, Mesin recipro, KOnveyor, Mesin Stamping, Elevator, Kompresor, Alat giling, dan Heavy planner. Aplikasi Pada Motor DC Brushless Motor DC brushless adalah jenis motor khusus yang tidak menggunakan sikat dimana memiliki keunggulan dalam hal efisiensi dan kecepatan yang tinggi serta kemampuan pengontrolan yang baik. Beberapa peralatan yang menggunakan jenis motor DC brushless yaitu peripheral komputer drive disk, printer, Peralatan listrik genggam, Alat pengangkat, Alat pemanas, Kendaraan mulai dari pesawat terbang hingga mobil, serta Kipas pendingin kecil. Baca Juga Motor DC vs Motor Servo, Apa Perbedaanya? Ada materi yang kurang ? Silahkan berkomentar dibawah

JenisJenis Pompa dan Fungsinya 1. Pompa Air Booster 2. Pompa Air Diesel 3. Pompa Air Pendingin (Jenis Pompa di Kapal) 4. Pompa Air Sumur Dalam 5. Pompa Air Sumur Dangkal 6. Pompa Aksial 7. Pompa Ballast (Jenis Pompa di Kapal) 8. Pompa Celup 9. Pompa Diafragma 10. Pompa Dinamis 11. Pompa Elektromagnetik 12. Pompa Gas lift 13. Pompa Hydraulic Ram Pengertian Motor DC – Pada sebuah peralatan elektronik seperti kipas, vibrator ponsel dan sebagainya pasti memerlukan komponen tersebut berfungsi mengubah arus listrik searah yang masuk menjadi gerak dunia elektronika, komponen itu dapat disebut dengan Motor DC. Dengan komponen tersebut, maka perangkat elektronik apapun yang menggunakannya akan dapat berfungsi dengan apa saja ya fungsi dari motor DC? Ini dia pembahasannyaDaftar1 Pengertian Motor DC Adalah…2 Fungsi Motor DC Direct Current 1. Sebagai Penggerak Pintu 2. Sebagai Komponen Rangkaian Robot 3. Sebagai Penggerak Peralatan Elektronik3 Komponen Utama Motor 1. Kutub Medan 2. Kumparan Motor 3. Commutator Motor DC4 Kelebihan Motor DC5 Jenis-Jenis Motor 1. Motor DC Sumber Daya Terpisah/ Separately 2. Motor DC Sumber Daya Sendiri / Self Excited Tipe 3. Motor DC Daya Sendiri Tipe 4. Motor DC Kompon/Gabungan6 Tambahan Video7 Akhir KataPengertian Motor DC Adalah… DC adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengubah energi listrik menjadi gerak kinetik, dengan memakai sumber arus listrik DC ini memiliki dua terminal didalamnya, yang nantinya dapat menghasilkan sejumlah putaran per-menit atau biasa disebut dengan RPM Revolutions Per Minute.Putaran pada motor DC mengikuti arah jarum jam. Namun bisa berlawanan jika polaritas listrik yang diberikan tersebut umumnya, kecepatan putaran pada motor DC sekitar 3000 sampai 8000 RPM dengan tegangan operasionalnya 1,5V hingga 24V. Kegunaannya biasa dipakai pada peralatan elektronik seperti vibrator ponsel, bor listrik DC dan juga pengertian sistem starterFungsi Motor DC Direct CurrentMotor DC menjadi sebuah rangkaian yang penting untuk dapat merubah arus listrik menjadi energi gerak tersebut memiliki banyak sekali fungsi. Terutama dalam penerapannya pada sebuah perangkat saja? Ini dia1. Sebagai Penggerak Pintu PutarPernah melihat pintu putar yang bisa membuka dan menutup pintu secara otomatis?Salah satu komponennya yang dipakai sebagai mekanis pada pintu tersebut adalah motor DC. Dikarenakan motor DC ini memiliki fungsi driver H-Bridge yang berguna untuk mengaturnya agar bisa ya, ada alasan juga mengapa pintu tersebut bisa berputar secara karena pintu tersebut memiliki sensor IR. Tepatnya pada sekitar pintu tersebut. Ketika sensor IR terhalangi, maka motor akan membalik putarannya sehingga pintu dapat terbuka. Sedangkan jika pintu dibuka secara paksa, maka alarm akan Sebagai Komponen Rangkaian Robot SederhanaPenggemar robotika?Pasti sudah paham, kalau motor DC dapat menggerakkan robot. Cara kerjanya yakni nanti komponen tersebut dikendalikan oleh komputer melalui pararel port. Dengan catatan, sebelumnya motor DC harus dihubungkan dengan transistor, relay dan Sebagai Penggerak Peralatan ElektronikIni merupakan fungsi utama pada sebuah motor DC. Motor DC dapat berfungsi untuk me nggerakan baling-baling kipas, vibrator ponsel, mata bor dan sebagainya. Namun, pergerakkan yang terjadi harus memiliki sumber arus listrik DC atau Utama Motor umumnya, Motor DC mempunyai tiga komponen utama agar dapat berfungsi seperti kutub medan magnet, kumparan dan commutator. Untuk lebih mendalaminya, berikut pembahasan mengenai komponen utama pada motor DC 1. Kutub Medan MagnetMotor DC mempunyai dua kutub medan magnet didalamnya, yaitu kutub utara dan selatan. Garis energi magnetik akan membesar melintasi ruang terbuka antara kedua kutub untuk motor yang lebih kompleks atau besar akan terdapat satu atau lebih elektromagnetik didalamnya. elektromagnet ini berfungsi menerima listrik eksternal dari sumber dayanya sebagai penyedia Kumparan Motor DCKumparan motor DC umumnya berbentuk silinder yang dihubungkan ke as penggerak untuk dapat menggerakkan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, kumparannya berputar didalam medan magnet yang telah dibentuk oleh kedua kutub sampai bertukar Commutator Motor DCCommutator merupakan komponen yang paling penting pada sebuah motor DC. Komponen ini berfungsi untuk membalikkan arah arus listrik kedalam kumparan motor DC. Selain itu, Commutator juga dapat membantu transmisi arus antara kumparan dengan sumber Motor DCeperti yang kita tahu, ada beberapa lagi komponen yang setidaknya punya fungsi yang sama dengan motor DC. Tapi apa saja ya kelebihan motor DC?Torsi serta kecepatannya mudah dikendalikanPerformanya mendekati linierTorsi awalnya besarMempunyai sistem kontrol yang relatif lebih mudah dan sederhanaMemiliki respon yang baik, sehingga cocok untuk pengaplikasian motor servoMotor DC lebih baik untuk pengaplikasian yang berdaya rendahJenis-Jenis Motor DCPada umumnya, motor DC mempunyai 4 jenis. YaituSeparately excitedMotor shuntMotor seriMotor dengan kompon gabunganLanjut, baca pembahasan berikut1. Motor DC Sumber Daya Terpisah/ Separately ExcitedSeparately Excited adalah jenis dimana sumber daya pada motor DC terpisah. Jadi, sumber dayanya mengambil dari luar eksternal agar dapat memfungsikan motor DC Motor DC Sumber Daya Sendiri / Self Excited Tipe ShuntPada jenis ini, motor DC memiliki gulungan medan yang disambungkan secara pararel dengan dinamonya A. Oleh sebab itu, total arus dalam jalur tersebut merupakan hasil penjumlahan dari medan dan motor DC tipe shunt biasanya mempunyai karakteristrik kecepatannya seperti berikut Kecepatan pada praktiknya tidak bergantung pada beban dan cocok untuk penggunaan komersil. Karena biasanya penggunaan komersil memerlukan beban awal yang rendah, seperti halnya pada dapat dikendalikan dengan memasang tahanan dalam susunan seri pada dinamonya. Selain itu, bisa juga memasang tahanan pada arus medannya untuk menambah Motor DC Daya Sendiri Tipe SeriPada jenis ini, motor DC memiliki gulungan medan yang dihubungkan secara seri dengan dinamonya A. Oleh sebab itu, arus medan pada jenis ini sama dengan motor DC tipe seri biasanya mempunyai karakteristik seperti berikut Kecepatan motor tipe ini dibatasi pada 5000 RPMHarus menghindari untuk menghidupkan motor seri tanpa adanya beban, karena dapat menimbulkan percepatan tanpa terkendali4. Motor DC Kompon/GabunganJenis ini merupakan gabungan dari motor tipe shunt dan seri. Pada jenis ini, gulungan medannya dihubungkan secara pararel dan seri dengan dinamonya A. Sehingga, dapat membuat motor DC tipe ini memiliki torque penyalaan awal yang baik dan motor DC tipe kompon ini mempunyai karakteristik yang menarik. Semakin tinggi persentasi penggabungannya maka, maka semakin besar pula torsi penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor VideoAkhir KataKesimpulannya, dengan menggunakan motor DC sebagai komponen di suatu rangkaian elektronik, maka kita dapat mengubah arus listrik menjadi energi gerak. Sehingga peralatan seperti kipas, vibrator ponsel, bor listrik DC bisa berfungsi dengan fungsi dari motor DC tidak hanya seperti itu saja, ada pula sebagai penggerak robot dan komponen pintu putar otomatis. Selain itu, motor DC ini mempunyai beberapa kelebihan seperti torsinya dapat terkendali, sistem kontrol sederhana dan informasi mengenai pengertian Motor DC Direct Current. Dengan demikian, kita telah memahami arti, fungsi hingga jenis-jenis motor DC. Semoga informasi ini dapat berguna dan menjadi manfaat untuk kita baca pengertian motor DC, lanjut baca juga ya pengertian motor servo
Jenisjenis transformator RF meliputi input mikrofon, saluran input, input phono kumparan-bergerak, saluran output, inter-stage dan daya keluaran, output mikrofon, splitter, konversi impedansi, direct-box, penghilang hum, transformator AF toroidal pengeras suara, dll. 15. Transformator Putar.
Motor listrik adalah salah satu jenis mesin yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pembuatan peralatan rumah tangga hingga industri besar. Terdapat jenis jenis motor listrik yang digunakan, yaitu motor AC, Motor DC, dan Motor Stepper. Kita akan mengulas tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis motor DC Direct CurrentMotor DC adalah jenis motor listrik yang menggunakan arus listrik DC sebagai sumber tenaganya. Motor DC dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu motor DC seri dan motor DC shunt. Motor DC seri digunakan untuk aplikasi yang memerlukan torsi yang besar dan kecepatan yang rendah, sedangkan motor DC shunt digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kecepatan yang Motor DCLebih murah dibandingkan motor mudah dalam pemeliharaan dan kecepatan yang lebih Motor DCLebih kurang efisien dalam penggunaan dapat digunakan pada kisaran kecepatan dalam pengaturan percepatan yang AC Alternating CurrentMotor AC adalah jenis motor listrik yang menggunakan arus listrik AC sebagai sumber tenaganya. Motor AC dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu motor induksi, motor sinkron, dan motor brushless. Motor induksi digunakan untuk aplikasi yang memerlukan torsi yang besar dan kecepatan yang rendah, sedangkan motor sinkron digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kecepatan yang konstan. Motor brushless digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kontrol yang lebih baik dan efisiensi yang lebih Motor ACLebih efisien dalam penggunaan digunakan pada berbagai kisaran digunakan pada aplikasi yang membutuhkan percepatan yang Motor ACLebih mahal dibandingkan motor sulit dalam pemeliharaan dan kecepatan yang lebih stepper adalah jenis motor listrik yang digunakan untuk mengontrol posisi dengan tingkat presisi yang tinggi. Motor stepper digunakan dalam aplikasi yang memerlukan kontrol posisi yang tepat, seperti CNC machine dan peralatan Motor StepperDapat diatur dengan tepat pada posisi yang diinginkanDapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan posisi yang tepat dan digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kontrol yang baik dalam hal percepatan dan Motor StepperLebih mahal dibandingkan dengan motor DC atau daya yang lebih tinggi dibandingkan dengan motor DC atau yang lebih rumit dibandingkan dengan motor DC atau jenis motor listrik yang tepat akan disesuaikan dengan kondisi sistem dan aplikasi yang ada serta standar yang berlaku. Setiap jenis motor listrik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga harus dipilih sesuai dengan kebutuhan yang Motor ListrikMotor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama Motor induksi satu fase, Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator beroperasi dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti kipas angin, mesin cuci dan pengering pakaian, dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 induksi tiga fase, Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat memiliki kandang tupai atau gulungan rotor walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai; dan penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Motor Satu dan Tiga FaseAdapun klasifikasi motor listrik dapat dikelompokkan sebagaimana struktur dibawah iniGambar Bagian Klasifikasi Motor ListrikKlasifikasi motor listrik tergantung pada berbagai faktor, seperti daya yang dibutuhkan, jenis kelengkapan yang digunakan, dan kinerja motor. Beberapa klasifikasi yang umum digunakan adalahBerdasarkan sistem kelistrikannya, motor listrik dapat diklasifikasikan menjadi motor arus searah DC dan motor arus bolak-balik AC.Berdasarkan daya yang dibutuhkan, motor listrik dapat diklasifikasikan menjadi motor kecil kurang dari 1 kW, motor sedang 1-100 kW, dan motor besar lebih dari 100 kW.Berdasarkan jenis kelengkapan yang digunakan, motor listrik dapat diklasifikasikan menjadi motor brushless tanpa sikat dan motor brush dengan sikat.Berdasarkan kinerja motor, motor listrik dapat diklasifikasikan menjadi motor torsi tinggi, motor kecepatan tinggi, dan motor klasifikasi ini dapat digunakan untuk mengelompokkan motor listrik berdasarkan spesifikasi dan karakteristiknya, sehingga memudahkan dalam memilih jenis motor yang sesuai dengan kebutuhan. Kelas Teknisi Hai! Saya Kelas Teknisi. Di Saya menyalurkan hobi & berkarya. Saya seorang teknisi kelistrikan yang bergerak di bidang sistem tenaga listrik dan energi terbarukan
RangkaianPower Supply Variabel. Pada rangkaian power supply variabel, tegangan output-nya dapat disesuaikan dan diubah berdasarkan kebutuhan. Pada rangkaian power supply ini, IC yang digunakan biasanya adalah IC dengan tipe LM317. Sedangkan untuk tegangan outputnya nilainya adalah antara 12,5-15 VDC dengan kuat arus 1 Ampere.
Pendahuluan Motor listrik merupakan mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Ini menjadi semacam kebalikan dari generator, yaitu mesin listrik yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Kedua mesin listrik itu sudah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia, menjadi alat utama dalam mengendalikan energi. Saat ini, motor listrik digunakan di berbagai hal, mulai dari yang alat yang sangat kecil sampai mesin yang sangat besar. Penggunaan itu tentu menyesuaikan dengan jenis motor listrik beserta kelebihan dan kelemahannya. Pada tulisan ini, akan dipaparkan beberapa jenis motor listrik, baik motor AC atau pun motor DC. Karena jenisnya memang sangat banyak, pembagian di sini tentu tidak rigid dan tidak mencakup semuanya. Sebelum masuk lebih dalam, ada dua istilah penting terkait motor dan generator yang sangat sering digunakan, yaitu stator dan rotor. Stator merupakan bagian yang diam atau statis. Sementara itu, rotor merupakan bagian yang berputar atau berotasi. Sesuai namanya, motor AC adalah motor yang menggunakan sumber listrik AC sebagai sumber utamanya. Motor ini banyak digunakan baik di peralatan rumah tangga atau pun di industri. Umumnya, motor AC dibagi menjadi dua, yaitu motor asinkron dan motor sinkron. Motor Asinkron Induksi Motor asinkron adalah motor yang kecepatan putar rotornya tidak sama dengan kecepatan sinkron. Kecepatan sinkron sendiri adalah kecepatan yang sebanding dengan frekuensi dari sumber AC. Perbedaan antara kecepatan sinkron dengan kecepatan putar rotor itu disebut sebagai “slip”. Slip ini menjadi bagian penting dalam prinsip kerja motor asinkron. Motor asinkron juga sering disebut motor induksi karena bekerja berdasarkan prinsip induksi. Pola medan magnet pada motor induksi tiga fase dengan empat polePada motor induksi, arus AC masuk ke kumparan pada stator dan membangkitkan medan magnet. Gambar di samping menunjukan medan magnet dengan empat pole. Karena arus AC berubah-ubah, maka medan magnetnya juga berubah. Perubahan medan magnet itu seperti putaran rotating magnetic field dengan kecepatan yang sebanding dengan frekuensi sumber AC nya, inilah yang disebut kecepatan medan magnet stator menyebabkan timbulnya arus induksi di kumparan pada rotor. Interaksi antara medan magnet stator dan arus pada rotor, sesuai hukum Lorentz menyebabkan gaya, atau dalam hal ini torsi. Torsi ini akan memutar rotor mendekati kecepatan sinkron itu. Namun, kecepatan putar rotor tidak akan menyamai kecepatan sinkronnya. Itu karena ketika kecepatan rotornya sangat dekat dengan kecepatan sinkron, perubahan medan magnetnya tidak akan terasa sehingga torsi yang dihasilkan menurun dan kecepatan rotor pun tidak bisa bertambah lagi. Berdasarkan jenis sumber AC nya, motor induksi dibagi menjadi motor induksi satu fase dan motor induksi tiga fase. Motor induksi satu fase banyak digunakan di peralatan rumah tangga karena rumah-rumah memang menggunakan listrik satu fase. Sementara itu, motor induksi tiga fase banyak digunakan di industri karena lebih efisien untuk skala besar. Gambar di atas merupakan motor induksi tiga fase dengan fase A, B, dan C. Pada motor tiga fase, terdapat konfigurasi wye/star dan konfigurasi delta. Motor Sinkron Seperti pada motor asinkron, di sini arus AC pada kumparan stator juga menyebabkan medan magnet yang berputar. Perbedaannya, pada motor sinkron, kecepatan rotornya sama dengan kecepatan sinkron. Motor sinkron tidak bisa starting secara mandiri seperti motor asinkron. Rotor yang awalnya diam tentu tidak bisa dengan sekejap menyamai kecepatan sinkron. Karenanya, motor sinkron memerlukan kumparan tambahan yang membuatnya dapat starting sebagai motor induksi. Ketika kecepatannya telah mendekati kecepatan sinkron, dia membutuhkan arus DC untuk mengeksitasi rotornya. Eksitasi ini membuat kecepatan rotornya dapat menyamai kecepatan sinkron. Namun, eksitasi dengan arus DC ini perlu dilakukan pada saat yang tepat. Konsep Putaran pada Motor Sinkron Ketika Diberi BebanKetika kecepatan putarnya telah sama dengan kecepatan sinkron, dia tidak lagi bekerja sebagai motor asinkron. Kondisinya menjadi seperti terkunci dengan putaran sinkron dari medan magnet stator. Ketika diberi beban pun, dia hanya bergeser sedikit namun tetap terkunci. Gambar di samping menunjukan hal ini. Perlu diingat bahwa meski stator diam, namun kutub medan magnet yang dihasilkan tetap berputar. Kutub pada rotor selalu mengejar kutub pada stator, namun tidak pernah melampauinya. Pada gambar, sudut antara kutub rotor dan kutub stator akan makin besar ketika beban dari motor makin besar. Makin besar sudutnya, torsi yang ada pada rotor makin besar sehingga dapat mengimbangi bebannya. Karena itu semua, ketika sudah stabil, kecepatan motor sinkron akan selalu konstan terlepas dari beban yang diberikan. Ini menjadi kelebihan tersendiri dari motor sinkron mengingat kecepatan konstan ini tidak didapatkan pada motor asinkron. Jenis-Jenis Motor DC Motor ini, sesuai namanya, menggunakan sumber listrik DC sebagai sumber utamanya. Motor DC umumnya digunakan untuk beban yang relatif lebih kecil dibanding motor AC. Ini karena tegangan DC yang tersedia umumnya berasal dari baterai. Brushed DC Prinsip Kerja Motor Brushed DCJenis motor ini termasuk yang cukup sederhana dan relatif lebih murah. Terdapat magnet pada bagian stator dan kumparan pada bagian rotor. Magnet itu menghasilkan medan magnet yang menembus kumparannya. Arus listrik melewati kumparan tersebut. Interaksi antara arus dan medan magnet itu menghasilkan torsi sehingga bisa terjadi rotasi. Untuk mempertahankan rotasi, arusnya harus senantiasa dibalik arahnya. Pembalikan ini dilakukan dengan mengalirkan arus melalui brush dan komutator. Brush tidak berputar sementara komutator berputar sesuai dengan rotasi motor. Akan lebih jelas dengan melihat gambar di samping. Adanya komutator dan brush inilah yang membedakan jenis motor ini dengan yang lain. Ini juga menjadi kelemahan utamanya mengingat gesekan antara brush dan komutator membuat keduanya perlu perawatan terus menerus. Brushless DC BLDC Dari namanya sudah terlihat bahwa motor jenis ini tidak memerlukan brush. Itu karena kumparannya berada di bagian stator yang diam sehingga tidak memerlukan brush dan komutator untuk mengalirkan arusnya. Sebagai gantinya, magnetnya diletakan di bagian rotor yang berputar. Prinsip Kerja Motor BLDCMedan magnet yang dihasilkan magnet di rotor memang konstan, namun medan magnet yang dihasilkan kumparan bisa berubah-ubah sesuai dengan arusnya. Dengan begini, kecepatan dan arah rotasinya bisa diatur dengan mengatur besar dan arah arusnya. Akan lebih jelas dengan melihat gambar di samping. Dibanding yang jenis brushed, motor BLDC memiliki banyak keuntungan. Tidak adanya gesekan antara brush dan komutator membuat motor BLDC bisa tahan lama dan mengurangi noise elektrik yang terjadi. Motor BLDC juga bisa senantiasa berputar dengan torsi maksimum sehingga efisiensinya lebih baik. Kemudian, motor BLDC juga bisa dikontrol dengan mekanisme umpan balik sehingga bisa mendapatkan torsi dan kecepatan sesuai keinginan. Stepper Motor Motor stepper adalah motor yang berputar secara diskret, yaitu dengan step-step. Putaran motor stepper yang berbasis step itu berkaitan dengan sinyal pulsa yang diberikan pada kumparan stator. Sinyal pulsa ini berupa sinyal elektris berbentuk kotak. Prinsipnya, setiap ada suatu pulsa, rotornya akan berotasi sekian derajat. Besar sudut rotasinya bervariasi sesuai desain motornya, bisa sebesar 90 derajat atau hanya sepersekian derajat saja. Dengan mengatur laju pulsa yang diberikan, motor ini bisa berputar dengan lambat dan tepat, namun ada pula jenis motor stepper yang putarannya mampu mencapai 4000 rotasi/menit. Ketika pulsanya dihentikan, motor ini dapat langsung berhenti. Dengan begini, sudut rotasi dan posisi dari motor stepper bisa diatur dengan mengatur jumlah pulsa yang dikirim. Motor ini sangat berguna untuk putaran-putaran yang memerlukan akurasi sudut dan posisi yang tinggi. Karenanya, dia banyak digunakan di printer, katup elektris, robotika, dan lainnya. Referensi Reneseas Electronics Corporation. What are Brushless DC Motors. Reneseas Sri Hari. Types of Motors used in Electric Vehicles. May 03, 2019. Chapman, Stephen J. 2005. Electric Machinery Fundamentals – Fourth Edition. McGraw-Hill Higher EducationWildi, Theodore. 2014. Electric Machines, Drives, and Power Systems – Sixth Edition. Pearson Education
7aYY.
  • hn55c0v4sg.pages.dev/127
  • hn55c0v4sg.pages.dev/196
  • hn55c0v4sg.pages.dev/246
  • hn55c0v4sg.pages.dev/64
  • hn55c0v4sg.pages.dev/65
  • hn55c0v4sg.pages.dev/295
  • hn55c0v4sg.pages.dev/449
  • hn55c0v4sg.pages.dev/185
  • jenis jenis motor dc dan gambarnya